Berita

2 Kapal China Terdeteksi di Selat Sunda, Ketua DPD RI Minta Pengamanan Laut Diperketat

Khairil Adha
19/04/2021, 20:37 WIB
Last Updated 2021-04-21T11:53:21Z
SURABAYA
- Respons tegas diberikan Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, terhadap kehadiran dua kapal asal China di Selat Sunda. LaNyalla meminta pengamanan perairan laut Indonesia diperketat karena hal ini menyangkut kedaulatan Negara.

Dalam video "Monitoring Dua Kapal Riset China Melintas Selat Sunda" yang diunggah melalui akun YouTube Komando Armada I (Koarmada 1) terlihat dua kapal tersebut datang bergantian ke Selat Sunda.

Pada 2 April 2021, kapal pertama, kapal penelitian Da Yang Hao, tertangkap radar sekitar pukul 11.23 WIB dari Samudera Hindia menuju Laut China Selatan.

Keesokan harinya, pada 3 April 2021, kapal kedua yang merupakan kapal pelacak satelit/rudal Yuanwang-6, tertangkap radar pada pukul 19.25 WIB di Selat Sunda. Kapal ini dikatakan melintas dalam kondisi langit gelap gulita.

"Kita mengingatkan kembali kepada Kemenhan untuk mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat timbul dari aktivitas ini. Baik berupa ancaman maupun tantangan yang datang dari kehadiran kapal asing riset china yang
berkali-kali melintas di perairan selat Sunda," tutur LaNyalla, Senin (19/4/2021). 

Senator asal Jawa Timur itu mengatakan, meski tidak ada aktivitas yang mencurigakan dari kapal China tersebut, namun informasi mengenai kapal-kapal tersebut menurunkan jangkar di perairan Selat Sunda patut dicurigai.

"Oleh karena itu, kita meminta Menhan untuk memperketat pengamanan perairan Indonesia dari kedatangan kapal-kapal asing dari manapun dan untuk kepentingan apapun. Ini menyangkut kedaulatan perairan laut Indonesia," katanya.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan, sekecil apa pun pelanggaran yang dilakukan, jika sudah sudah melanggar wilayah kedaulatan Indonesia harus ditindak.

"Perlihatkan kepada dunia, jika kita tidak main-main menjaga kedaulatan negara. Jangan sampai masalah ini terus berulang yang akhirnya kita dipandang sebelah mata di dunia internasional," katanya.

TrendingMore